RSS Feed

Category Archives: Motivasi

Teman part 2

Aku mulai merasakan hal-hal yang “ajaib” pada teman-temanku. Semula mereka sama denganku satu guru satu ilmu, satu buku pegangan dan satu ruangan. Otak mereka dimasuki nutrisi dari sumber utama yang sama, padi yang ditanak menjadi nasi. Mereka minum air bening–paling banter air putih alias susu, tidak minum ramuan dari buku yang dibakar kemudian diseduh layaknya kopi. Mereka hidup di 24 jam yang sama denganku dan kebanyakan orang lain. Tapi asli, ini buatku sungguh “ajaib”. Mereka setapak demi setapak mulai meraih apa yang mereka mau. Ada yang ingin jadi pengusaha–di kelas sambil menjajakan dagangannya, ada yang ingin jadi pemikir–sejenis ilmuwan, ada pula yang sukanya mengkritik namun urung masuk ke sistem yang ia kritiki–cocok kayaknya jadi pengamat, ada yang suka naik gunung, ada yang kerjaanya foto-foto–maksudnya difoto, karena kalau motoin mah saya juga suka, ada yang sukanya menjalin hubungan dengan lawan jenisnya, ada pula yang senang berupaya memanusiakan manusia. Hah masih banyak. Ada yang suka nulis, tapi entah nulis apa,, makalah maybe atau hanya status ngga penting. Ada yang sukanya rapat dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang mampir di organisasinya. Macam-macam pokoknya. Kalian semua temanku. Semoga menjadi apa yang kalian mimpikan dan mimpi kalian diridhoi-Nya. Kalian bagiku “ajaib”. Kalian bagiku adalah sumber inspirasiku tentunya setelah yang utama dijadikan inspirasi.

Mendidik anak dalam Islam

Mendidik anak dalam Islam 

sumber gambar : shindy-intan.blogspot.com
sumber gambar : shindy-intan.blogspot.com

Anak pada hakikatnya merupakan amanah dari Allah SWT. Setiap amanah tentunya akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di mahkamah tertinggi. Orang Tua memiliki kewajiban untuk mendidik anaknya agar mampu sejalan dengan kebenaran yang hakiki. Salah sedikit saja orang tua dalam mendidik, maka akan berdampak fatal pada perkembangan anak. Anak itu ibarat pohon kecil yang mudah untuk dibentuk. Jika sedari kecil di didik dalam lingkungan yang baik maka ketika dewasa pun akan menuai hasilnya, berupa pribadi yang soleh dan berkarakter islami. Namun, sebaliknya apabila semenjak dini jauh dari didikan agama yang semestinya, maka dipastikan sang anak akan menjadi pribadi yang jauh dari nilai- nilai keislaman dan tidak mustahil bisa menjadi manusia dengan sosok yang menyeramkan..

Di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang merupakan sebagai sumber pokok ajaran Agama Islam ini telah diterangkan mengenai hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Apabila semua orang tua memahaminya maka tidak akan sulit untuk mendidik anak dengan benar. Namun, kita lihat fenomena sekarang ini banyak orang tua yang lebih bangga dengan cara mendidik barat yang pragmatis dan hedonis daripada memakai konsep Islam. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman mereka terhadap konsep Islam tersebut. Penyebabnya banyak sekali dan kita tidak boleh menyudutkan salah satu pihak yang kita anggap salah. Kita seharusnya mengoreksi diri sendiri dalam hal ini.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali begitulah kata pepatah. Begitupun bagi orang tua yang terlanjur terjebak dalam kondisi ketidak tahuan, maka janganlah berputus asa. Mari mulai saat ini sama- sama belajar untuk mendidik dan menanamkan nilai- nilai keislaman kepada anak agar kelak terwujud generasi yang kuat baik secara keimanan, financial, kesehatan, atau dari segi ilmu pengetahuan.

PERJALANAN MEMANTASKAN DIRI

PERJALANAN MEMANTASKAN DIRI

iop

Hidup ini terus bergulir seiring angka-angka di almanak yang kian  menua. Tak pernah sedikitpun terlintas dipikirannya akan menjadi seperti ini. Menjadi dosen di fakultas Psikologi UI. Dulu, ia hanya membayangkan bahwa hidupnya haruslah menginspirasi. Hanya itu. Tidak lebih.

Buku lusuh itu menjadi saksi bisu bahwa dia pernah curhat kepadanya. Warnanya biru tua. Tertulis di depannya “Buku Ajaib”. Ditulisnya tentang masa depannya. Tentang apa yang diinginkannya suatu hati nanti. Dia bukanlah orang yang beruntung seperti kebanyakan orang. Ardi layaknya buah yang jatuh dari pohon dan tak punya siapa- siapa lagi. Hanya kepada Allah lah ia mengadu dan curhat tentang kesepiannya.

Kedua orang tuanya telah bahagia disana. Di alam yang pernah dikunjungi. Mereka dipanggil kehadirat-Nya 8 tahun lalu. Setelahnya, pemuda malang itu harus bertahan untuk membuktikan bahwa mereka berdua telah mendidiknya dengan benar. Suatu saat nanti, dia ingin nama kedua orang tuanya harum karena anaknya telah jadi orang. Meski terbatas . Walau sekilas terasa mustahil.

***

Detak jarum jam terasa begitu nyaring ditelinganya. Angin semilir mengantarkannya kepada masa lalu yang telah dilaluinya. Hari Sabtu tanggal 20 November 2011. Di tempat santai rumah Ardi. Ia melamun sambil melihat- lihat bunga- bunga yang mekar di kebun kesayangannya

“Eh,,,Akang, kenapa bengong ?” Sarah datang dan membuatnya kaget.

“Tak ada apa-apa sayang, aku hanya teringat masa- masa sulit dulu. Saat dimana aku berjuang agar bisa terbebas dari kehinaan. Terbebas dari kesedihan dan kebodohan.” ungkap Ardi.

“Aku belum pernah mendengar cerita itu sebelumnya. Cerita tentang perjalanmu sehingga kau jadi seperti sekarang ini. Kita kan tidak pernah pacaran Kang. Jadi, aku tak pernah tahu segala hal tentangmu. Aku penasaran Kang,,,,,.” Rona wajahnya menyiratkan bahwa isterinya itu sangat penasaran.

***

Ardi pun bercerita dengan penuh penghayatan pada isterinya, Sarah.

“Kuliah adalah keinginan yang sempat jadi mustahil di benak Akang, dulu. Tidak ada keluarga atau seseorang yang akan membiayai kuliah. Akang hanya tinggal dengan kakek dan nenek. Mereka sudah sepuh. Mungkin tak akan sanggup mengirimi uang tiap bulan. Tapi, Akang ingin sekali berkuliah. Membuktikan pada orang lain bahwa Akang bisa bersaing dengan mereka. Itu keputusan berat. Dengan hanya modal nekat, pergi ke rantau hanya dengan bekal Rp. 100 rb. Namun, kalau tidak saat itu, mau kapan lagi. Menunggu tua, baru ngambil resiko ? jelas tidak. Akang mu ini pun akhirnya berangkat ke kota yang mempunyai julukan kota kembang. “Bandung”.

“Sebelumnya, Akang dinyatakan lulus seleksi masuk ke Perguruan Tinggi. UNPAD nama kampusnya. Salah satu kampus yang bergengsi di kota Bandung, bahkan Indonesia.  Akang dinyatakan diterima di jurusan Psikologi. Meski sehari- hari hanya makan nasi dengan krupuk atau paling mewah ikan asin, tapi kemampuan Akang dalam berpikir cukup brillian. Berani deh kalau di tandingkan sama anak orang kaya, tapi malas mah. “

“Hari itu, Jum’at tanggal 4 Agustus 2004 adalah hari terakhir daftar ulang mahasiswa baru. Ketika itu, Akang bingung bagaimana caranya agar bisa membayar uang masuk kuliah. Akang benar- benar tak punya uang. Hanya selembar uang Rp.100 ribu itu, dan itupun buat biaya hidup. Padahal uang masuk waktu itu sekitar 6 jutaan. Jumlah uang yang sangat besar bagi Akang”

“Tiba- tiba…” Permisi de, dari tadi saya lihat ade kebingungan dan sepertinya sedang menghadapi masalah yang besar. Kalau boleh saya tahu, ada apa ya de ? ” Sosok laki-laki 50 tahunan tiba-tiba menyapa Akang.”

“ “Ah, begini Pak…saya sebenarnya malu ngomongin ini, yang jelas saya butuh uang untuk bayar biaya masuk kuliah saya disini” Akang mencoba berterus terang.

“Hmmm. Kebetulan sekali. Saya sedang cari orang untuk saya beri bantuan. “

“Maksudnya, pak ? ” Tanya Akang dengan nada penasaran.

“Jadi, begini ceritanya. Saya ini sudah tua, mungkin sebentar lagi akan pulang. Diakhir hidup saya ini saya ingin bermanfaat bagi orang lain. Kebetulan saya punya kelebihan uang. Kemarin saya dengar ceramah salah seorang ustadz katanya salah satu amal yang tidak ada putus- putusnya dan terus ngalir meskipun udag meninggal adalah melakukan sodaqoh jariyah. Setelah mendengar itu saya jadi ingin melakukan hal tersebut. Ter…..”

“Maaf pak, saya motong pembicaraan Bapak, tadi Bapak menyebutkan mungkin sebentar lagi akan pulang, maksudnya ? ” Akang jadi makin penasaran.

“Jadi, saya itu kata dokter divonis hanya akan bertahan sekitar 3 bulan lagi. Saya mengidap penyakit Ginjal. Sudah sering saya menjalani perawatan di rumah sakit. Operasi pun pernah. Dan, terakhir sampai cuci darah. Capek rasanya. Dari dulu yang saya lakukan hanya bagaimana saya nyari uang buat keluarga. Shalat, zakat, puasa rasa-rasanya asing bagi saya. Bagi saya, perbuatan itu hanya mengambat kerja saya. Sekarang saya baru sadar kalau uang dan harta tidak akan bisa di bawa mati.” “

Akang pun mengangguk, Akang paham apa yang dikatakan oleh Bapak tua itu, namanya pak Jamal. Setelah Pak Jamal berdiskusi dan mendengarkan cerita tentang hidup Akang, ia semakin yakin kalau Akang mu ini adalah orang yang tepat untuk diberikan bantuan olehnya. Sebenarnya sempat Akang tolak tawarannya itu dengan halus. Namun, Pak Jamal meyakinkan kalau ia tulus ikhlas memberikannya. Akhirnya, Hati Akang  pun luluh. Akang tak bisa berkutik, dan diterimalah niat baik Pak Jamal untuk membantu Akang.

“Ini, mungkin pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh. Terima kasih Ya Robb. Ini janji yang tak pernah diingkari-Nya.” Pikir Akang saat itu.

“Terima kasih Pak, semoga amal baik bapak diterima sebagai Amal shaleh di sisi Allah. Akang pun mencium tangan pak Jamal.”

“Pak Jamal pun terlihat senang telah memberikan uang nya pada Akang. Dia bilang bahwa mungkin ini jalan dari Allah mempertemukan Akang dengannya.”

“Beliau bertanya nama ke Akang dan Akang perkenalkan bahwa nama Akang adalah Ardi Mahardika padanya.”

“Pertemuan yang telah dirancang oleh-Nya. Sebuah pertemuan yang menjawab kegalauan di hati pada saat itu. Setelah pertemuan dengan pak Jamal, akhirnya Akang bisa bernafas lega. Hanya tinggal memikirkan uang semesteran saja. Akang pun yakin kalau rejeki untuk itu sudah di atur oleh Allah.” Tutur Ardi. Ia sedikit menghela nafas sambil menerawang mengingat kembali masa lalunya.

“Terus gimana lanjutannya Kang ? “ Tanya Sarah nggak sabar.

“Bentar atuh, Akang mau minum dulu. Haus banget nih.” Ardi mengambil gelas berisi kopi di atas meja.

 “Ah,,,nikmatnya kopi buatan isteriku ini.“

“Udah ah,,,,,Kang, lanjutin ceritanya !” pinta Sarah pada Ardi.

“Lanjutin nih ya……?”

 Ardi kembali melanjutkan ceritanya.

Akang ini bisa digolongkan sebagai sosok muslim yang taat, yang (baca : sayang). Punten ya bukan maksud Akang sombong,, he he. Itu adalah salah satu keberhasilan orang tua Akang dalam mendidik Akang. Bapak, dulunya adalah guru ngaji, sehingga Akang tumbuh dalam lingkungan Agama yang kental. Keyakinan pada Allah sudah dipelajari teorinya sejak dulu. Dan, saat beliau sudah tiada adalah saat untuk membuktikan teori itu. Dulu, keyakinan kepada-Nya diuji dengan kenyataan-kenyataan pahit dan tentunya kurang menyenangkan jika hanya dilihat dari mata lahir yang kotor. Padahal, itu adalah cara Allah untuk menjadikan seseorang semakin tinggi derajatnya di sisi-Nya. “

“Dalam keseharian di Bandung itu, Akang mu ini hidup disiplin. Dalam hal apa saja. Ibadah, belajar, kerja, semuanya dibingkai dalam manajemen waktu yang tepat. Karena dengan disiplin maka seseorang akan sukses. Akang yakin kalau esensi shalat selain mencegah perbuatan keji dan munkar juga melatih seseorang untuk disiplin menjalani hidup. Kalau hidupnya tanpa aturan dan disiplin, maka patut dipertanyakan shalatnya itu. Mungkin saja shalat nya hanya sebatas gerak-gerak yang tanpa makna. “ Ardi bercerita dengan penuh makna.

***

“Bandung adalah kota yang asing bagi Akang. Maklum saja Akang kan hanya orang kampung. Jauh dari kota. Akang asli orang Tasikmalaya, tapi berada di ujung selatan sana. Sangat jauh. Ke Bandung aja hanya sekali, ya, waktu berumur sekitar 10 tahunan. Hanya ke kebun binatang itu juga. Ditambah lagi lalu lintasnya rentan macet. Apa- apa mahal. Pergaulan, ngga usah ditanya. Kalau kita tidak punya basic agama yang kuat pastinya akan mudah terjerumus ke hal- hal yang negatif. Ah, lengkap sudah semuanya. Ditambah lagi Akang harus berjuang untuk tidak dikeluarkan dari kampus karena kesulitan biaya. Yang jelas Akang akan tinggal di Bandung kurang lebih 4 tahun. Atau kalau Akang bisa gigih berjuang, perkiraan Akang akan lulus 3,5 tahun saja. “

“Dulu Akang tinggal di sebuah mushola yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus. Mushola Al-Furqan namanya. Ketika itu, ada pengurus mushola yang berbaik hati menawari untuk tinggal disana. Asalkan Akang sanggup mengurus mushola itu dengan baik, sekaligus jadi muadzin disana. Akang senang sekali karena bisa menghemat uang kost dan menggunakannya untuk keperluan lain. Hari-hari dilalui dengan optimisme tinggi. Kesungguhan yang membara dan tentunya disertai dengan doa kepada-Nya.”

“Yang namanya hidup pada hakikatnya adalah perjuangan. Ada kalanya senang, sedih, semuanya itu yang akan membuat hidup terasa lebih manis. Begitu pun halnya dengan Akang. Tidak mudah menjalani hidup di sana. Terkadang Akang harus bermental baja untuk mendengar ocehan dari tetangga dekat mushola yang tidak suka pada kehadiran Akang disana. Pernah suatu hari,,,,“Wei,, orang kampung, kira- kira dong kalau pupujian[1] tēh jangan sampai ganggu orang. Ini waktu enak-enaknya buat tidur. “ ucap Kang Deni sambil mengepalkan tinju. Untungnya itu hanya sebagai peringatan saja.”

Akang hanya tersenyum dan menghadapinya dengan penuh ketenangan. lalu bilang ke kang Deni. “Punten, Kang. Bukannya ini sudah jam 4 pagi. Saya hanya berusaha membangunkan warga saja biar tidak kesiangan shalat subuh. Ditambah lagi siapa tahu ada yang mau shalat tahajud atau sekedar persiapan shalat. Ini tugas saya. Sekali lagi bukan maksud saya mengganggu AkangAkang membela diri. Akang lalu menjulurkan kedua tangan sebagai tanda minta maaf. Tapi, ……Ia malah bilang “Ah,,,,halik maneh tong loba bacot[2].”. Kang Deni sewot sambil berlalu begitu saja.”

Ardi melanjutkan kembali ceritanya dengan antusias. “Tidak sekali itu saja. Sering Akang di ejek karena jarang beli buku ketika ada tugas dari dosen. Bukannya Akang tidak mau. Tapi, Akang harus berpikir berulang kali untuk sekedar membeli buku. Uangnya terbatas. Ketika orang lain tinggal minta ke orang tuanya untuk segala keperluan kuliah. Akang harus menunggu sekitar seminggu lamanya untuk ngumpulin uang sekitar Rp. 200 ribu saja. Akang dapat upah mengajar TK memang seminggu sekali. Ditambah Akang pun buka jasa penerjemahan bahasa asing. Baik itu bahasa inggris atau bahasa jepang. Namun, tak hanya itu. Ketika awal-awal tinggal di Bandung Akang pun sempat pula jualan es cendol yang resepnya didapat dari Almarhum Bapak. Tapi, itu terlalu berat bagi Akang sekaligus menyita banyak waktu. Akang berhenti karena tidak ingin kuliah jadi terganggu. Akang yakin kalau ada pekerjaan yang lebih baik dan bisa dijalani bersamaan dengan kuliah. Dan, salah satunya menjual jasa sebagai seorang translator.”

***

20 September 2008

Ardi pun melanjutkan cerita tentang kehilangan barang yang sangat penting baginya. Ia mencoba menirukan gayanya ketika dulu kejadian itu terjadi.

“Ya Allah gimana ini ? data skripsiku hilang. Mana data cadangannya belum sempat saya kopi ke laptop. Ya Robb, maafkan atas kecerobohanku. “

Akang keluarkan semua barang- barang yang ada di tas eiger yang sudah belel milik Akang. Tak ada. Nihil. Akang mencoba meraba- raba semua pakaian yang tergantung di kapstock di kamarnya. Sama. Tak ada juga. Akang sangat panik waktu itu. Akang tertunduk di teras mushola.

“Kang Ardi,,,,aya naon[3] nih ? keliaatannya antum sedang ada masalah. Tak biasanya antum seperti ini.” Tanya Diki yang tak diketahui kedatangannya oleh Akang.

“Hmmmm…kasih tahu nggak ya ?. nggak apa-apa kok Dik. Tapi…..”

“Tapi apa Akang ? “ Diki langsung saja menyerobot.

“Begini Akhi, Flask disk Ane hilang kemarin. Dan, gawatnya data skripsi dan proyek buku Ane ada disana semua. Cerobohnya, belum sempat dikopikan ke laptop.”

“Innalillahi Akh,,,,Sabar ya. Meski ini bukan cobaan yang bisa dibilang berat, tapi Antum harus minta ke Allah dengan sabar dan shalat.”

“Makasih sahabat,,,,,nasehatmu sungguh menentramkan. Wah,,,kemajuan pesat euy, sekarang mah omongannya udah pake dalil. Canggih. “

“Ah, ente ….kang ..kan Akang gurunya. ”

“He…he…” Akang tersenyum simpul.

Hayu ah Dik, saya duluan,  mau shalat duha dulu. Ngadu ke yang nyiptain orang yang buat flasdisk ”

***

Flash disk itu hilang. Semua data skripsinya ada disana. Sementara Akang belum sempat mengopikan filenya ke laptop. Terus….Akang dengan terpaksa harus mengulanginya dari awal. Dengan keyakinan kepada Allah bahwa hambanya-Nya yang sabar akan ditolongnya, Akang pun mencoba kembali menulis. Selembar, 2 lembar,,,sampai total 180 lembar. Untungnya waktu untuk sidang masih ada. Jadi Akang tak mesti mengontrak lagi di semester depan.

“Alhamdulillah berkat pertolongan dari-Nya.”

 “Perjuangan Akang selama ini berbuah hasil yang ranum. Suamimu dulu dinobatkan sebagai lulusan terbaik seangkatan 2004. Mimpi untuk bicara di depan teman- teman seangkatan akhirnya terwujud juga. IPK nya 4,00. Menakjubkan. Dengan usaha maksimal dan doa yang konsisten dilantunkan, akhirnya semua yang dianggap mustahil oleh teman- temannya bisa juga jadi nyata. Sempat teman- teman Akang menertawakan. Tapi, itu dijadikanya sebagai motivasi. Ejekan itu Akang rubah jadi bahan bakar untuk membakar semangat supaya berprestasi.”

“Akan kubuktikan kalau aku bisa. Oke, kalian unggul dalam hal financial, tapi akan kubuktikan bahwa aku unggul dalam hal ini, sambil akang nunjuk ke arah kepala. Maksudnya akal dan keilmuan. Dan, memang itu ampuh menjadikan Akang berprestasi”

***.

“Ternyata kehilangan Flash Disk dulu adalah cara Allah untuk meningkatkan kualitas diri Akang, Yang. Dengan kehilangan itu, menjadikan saya lebih teliti dan tidak ceroboh. Buku yang sedang saya rancang pun nampakanya tidak akan seperti sekarang ini kalau ceritanya dulu flash disk ngga hilang…… ”

“Bentar Kang, tadi Akang bilang kalau dulu sempat kehilangan flash disk. Kingston warna putih. Ada gantungan bertuliskan huruf “A”. Terus ada ……”

“Ada tulisan tanggal lahir saya. 23 November di tengah-tengahnya.” potong Ardi.

“Jadi,,,itu milik Akang?….”

“Iya,,,itu ibaratnya harta karun saya, waktu dulu. Lantas kok Neng  seakan- akan tahu flash disk itu ?”

“Bentar Kang,,,saya mau ke dalam dulu “ Kata Sarah sambil beralari menuju kamarnya.

Diambilnya flash disk yang dimaksud dari dalam kotak kecil di dalam lemari pakaiannya. Sudah diselimuti debu rupanya. Kusam. Wajar saja karena flask disk itu sudah disimpan selama sekitar 4 tahun.

“Ini bukan Kang, flash disk nya ?”

Ardi dengan penasaran,

“Subhanallah wal hamdulillah. Benar Neng ini flash disk Akang yang dulu hilang itu.”

“Saya minta maaf Kang,,,,dulu saya sempat buka isi flask disk itu. Tapi, bukan dengan maksud buat lancang melainkan hanya ingin tahu identitas pemiliknya saja. Tapi nihil. Saya tidak mendapatkan identitas pemiliknya. Eh, malah ada puisi romantis didalamnya. Dulu, saya sempat kagum sama orang yang punya flash disk itu. Sepertinya akan bahagia sekali orang yang bisa menjadi isterinya. Sebenarnya ada file dengan nama Skripsi. Tapi pas dibuka, eh malah dikunci dengan password. Ya, sudah deh saya simpan saja. Dulu sempat juga saya titipin ke satpam mesjid. Tapi malah kelupaan. Sampai sekarang deh saya simpan. “

“Subhanallah, ini ternyata skenario Allah untuk mempertemukan kita. Sangat indah. Dulu saya sebenarnya sempat berdo’a semoga dipertemukan dan disatukan dengan wanita shalehah, penghafal Qur’an, cantik lagi ,,he he. Dan, ternyata Allah menjawab do’a Akang. Puisi yang ada di flash disk itu sebenarnya terinspirasi dari mimpi Akang. Akang sering sekali berimpi tentang seorang wanita yang kerudungnya panjang. Tapi, ia selalu menghadap ke belakang. Akang pun sangat penasaran bagaimana wajahnya. Ternyata eh ternyata, cantik banget. Ya, wanita impian saya itu ternyata isteri akang yang cantik ini. Alhamdulillah ”

“Ah, Akang bisa aja ngerayu nya. Saya jadi malu nih.” balas Sarah dengan muka yang memerah.

Tak terasa dua jam mereka berbincang dengan mesra. Maklumlah mereka masih pengantin baru. Ya, meskipun sudah setahun menikah. Tapi, dengan sebuah pernikahan yang dilandasi karena cinta kepada-Nya keluarga mereka terlihat begitu harmonis. Keluarga kecil itu jarang mengalami pertengkaran yang hebat. Kalaupun Ada,  itu hanya sesekali saja, tapi itu mampu mereka lewatinya.

“Udah ah Kang  bicaranya. Tuh liat udah jam setengah 6. Bentar lagi Maghrib!. Kita persiapan buat shalat maghrib berjama’ah di Mesjid. “

“Ok, Sayangku, manisku, cintaku….” ucap Ardi sambil mencubit gemas pipi istrinya.

***

Sebuah perjalanan kehidupan yang terlihat mudah, namun perlu kerja ekstra keras untuk mewujudkannya. Janji Allah tak pernah diingkarinya. Orang yang baik untuk orang yang baik begitupun sebaliknya. Orang yang gigih memantaskan diri akan mendapatkan orang yang pantas untuk dirinya. Dengan kekuatan cinta kepada-Nya, apapun bisa dilalui, tentunya dengan perjuangan yang maksimal.

Catatan :

Akang = Panggilan buat lelaki yang agak diatas kita (sunda)

Neng = Panggilan buat perempuan


[1] Bisa shalawatan atau melagukan syair- syair yang mengajak kepada kebaikan. Biasanya dibacakan ketika menunggu waktu shalat.

 

[2] Maksudnya, “Awas kamu jangan banyak omong  !  (Sunda)

 

[3] Ada apa ?

KESUNGGUHAN MEMBUAHKAN HASIL TERBAIK

sumber : agus-suryono.blogspot.com

sumber : agus-suryono.blogspot.com

Menjadi anak rantau memang sungguh berat buatku. Dulu Tahun 2011 aku sempat kuliah di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto jawa tengah. Jarak yang jauh dari rumahku memang. Aku harus berpisah dengan orang- orang terdekat dalam hidupku. Adik, kakak, Ayah dan Ibu juga teman- temanku dirasa sangat tidak mudah.

Ketika itu aku ditemani beberapa hari oleh ayah dan adikku. dan ketika ayah dan adikku hendak pulang kembali ke kampung, hatiku berat untuk melepasnya, berpisah dengan mereka. Sebenarnya aku ingin menangis waktu itu, tapi malu juga sebenarnya. Tapi memang itu tidak bisa dielakkan lagi, berpisah untuk kebaikanku juga.

Disana tak ada orang yang ku kenal. Beberapa hari aku senantiasa bengong, bingung, galau, perasaan tak jelas, tidak bersemangat, penuh kekhawatiran dan perasaan- perasaan lain yang menghantui. Ketika itu, tidak ada gairah untuk keluar dari kamar kos. Aku hanya diam seribu bahasa di sana. Kadang tertidur tanpa tujuan, merasa malas beraktifitas, merenung memikirkan hal- hal negatif terkait kejadian yang diprediksi akan terjadi selama saya disana. Pikiranku selalu menerawang memikirkan tentang OSPEK, pikiranku selalu tertuju pada kejadian ospek yang sering ditayangkan di televisi. Oh, saya semakin tidak bergairah. Tidak ada teman yang bisa diajak berbagi beban, tidak ada orang tua yang bisa mendengarkan curahan kesedihanku, tidak ada adik yang bisa aku ajak bercanda. Pokoknya aku sendiri, tidak ada tempat berbagi kala itu. Hari- hari menjadi hampa, karena aku sendiri yang menutup diri dari dunia luar.

Aku mencari- cari orang yang bisa kuhubungi untuk berbagi beban itu. “Siapa ?” pikirku. Beberapa teman aku sms perihal ketiadaan gairah untuk kuliah, aku pokoknya ingin pulang kembali ke kampung, aku tidak betah. Dan mereka memang memberikan motivasi kepadaku. Tapi, aku tetap stagnan pada keadaan semula, masih tetap tidak bersemangat. Lalu kukabari kakakku, dan ayahku bahwa aku tidak bersemangat, dan untuk makanpun tidak berselera. Mereka juga memberikan nasihat, dan motivasi agar aku bisa bangkit dan tegar, mereka mengatakan bahwa ini kan pilihanku, memilih kuliah disana, sayang uang yang telah dikeluarkan untuk masuk ke sana. Mereka pun mengingatkan untuk memaksakan makan, karena apabila aku sakit, maka akan merepotkan, karena jauh dari rumah. Oh, maafkan kak, yah, saya tetap tak bergairah. pokoknya aku ingin pulang, mendingan aku gak kuliah aja daripada harus jauh dari kalian.

Keadaan seperti itu terjadi hingga beberapa hari. Aku berada dalam keterpurukan tanpa motivasi melakukan aktifitas apapun. Pokoknya ketika itu aku sangat kesepian.

***

Seiring waktu berlalu, aku berkenalan dengan teman- teman kost ku. Namanya Adi, Radit, dan Syamsul. Mereka masing- masing dari Bogor, Majalengka dan Purworejo. Adi adalah mahasiswa jurusan D3 Perencanaan sumber daya lahan ( satu jurusan denganku, Alhamdulillah jadi ada yang bisa diajak diskusi ), Radit jurusan budidaya perairan fakultas sains dan teknik sedangkan Syamsul di jurusan Peternakan  . Setelah berkenalan dan ngobrol apa saja ternyata mereka baik juga, dan perlahan kesepianku mulai terobati dengan adanya teman yang bisa diajak ngobrol. Mereka memberikan pencerahan terkait OSPEK, dan memberitahukan padaku bahwa bayangan OSPEK dibenakku gak bakalan seserem kenyataannya, mereka memberikan semangat- semangat padaku agar jangan terlalu tegang memikirkannya.

“Alhamdulillah ya Allah Engkau telah memberikan teman- teman yang baik untukku “

 

Sejak saat itu aktifitas ku mulai bisa dengan mudah kukerjakan, makan mulai kembali berselera lagi, kadang jalan- jalan keluar untuk melihat kampus atau keadaan sekitar. Aku mulai menyadari bahwa bisa kuliah disini adalah sebuah anugrah dari Allah yang harus disyukuri. dan salah satu cara mensyukurinya dalah dengan bersemangat dalam melakukan segala aktifitas yang bisa mngembagkan potensi diri. Menyiksa badan dengan tidak makan merupakan salah satu sikap  tidak bersyukur, dan aku mulai sadar bahwa itu tidak boleh dilakukan.

Ketika ada kegiatan semacam talkshow atau seminar gratis, ataupun bayar dengan harga murah hampir selalu kuikuti. Aku berharap semoga saja dengan ikutan yang seperti itu dapat mendapatkan motivasi dan inspirasi terkait sukses di kampus dan di perantauan. dan memang benar ternyata, beberapa talkshow menghadirkan orang- orang yang sudah sukses di kampus. Mereka ada yang tiap semester dapat beasiswa, ada yang mendapatkan IPK 3,5 keatas, ada yang sukses membiayai kuliah sendiri dengan jalan berwirausaha, bahkan ada yang sudah bisa berangkat ke jepang dan inggris gara- gara aktif di Organisasi. Aku semakin bersemangat kala itu untuk terus memperbaiki diri dan mengaktualisasikan diri. Hal yang berkesan dari beberapa talkshow yang kuikuti adalah ketika diputar video tentang kesuksesan seorang mahasiswa  yang bisa berhasil menjadi seorang MAPRES, bisa ke jepang, bisa mewujudkan keinginan nya, dan itu semua tak lain dan tak bukan, yaitu berawal dari mimpi- mimpi yang ia catat rapi pada sebuah kertas. Kertas itu lalu di tempelnya di dinding kamar kosnya. Meskipun banyak ocehan dan celaan dari teman- temannya ia tetap tidak terpengaruh. Dan setelah beberapa waktu ternyata satu demi satu impiannya mulai terwujud dan satu persatu pula impiannya di kertas ia coret menandakan mimpinya sudah menjadi nyata. Subhanallah sangat menginspirasi dan membuat semangat ku menjadi berkobar kembali.

Mulai dari saat itu, akupun langsung mengikuti langkah sang aktor yang ada dalam video tersebut. Aku mulai menuliskan beberapa impian yang ingin kucapai selama kuliah di sana. Satu demi satu impian mulai kutulis dikertas, mulai dari rajin belajar, rajin membaca, rajin shalat berjama’ah, rajin baca qur’an, dapat IPK 4, dapat beasiswa PPA, berbisnis pulsa, ikut UKM catur, ikut UKM keislaman, deket sama dosen, banyak teman, dll. kalau tidak salah mencapai sekitar 40 lebih impian. Lalu kutempel kertas tersebut di dinding kamar kosku. Kupandangi kertas impian tersebut, lalu kuresapi dalam- dalam agar aku semakin termotivasi, dan tidak hanya menjadikan impian itu hanya sebatas tulisan saja. Aku membayangkan pencapaian- pencapaian impianku suatu saat. Memang kala itu terbersit keraguan apakah saya mampu mewujudkan semuanya itu. Tapi cepat- cepat ku tepis semua pikiran negatif yang merasuk ke otakku. Selain itu untuk memotivasiku, kutulis dengan huruf yang besar “ TARGET IP SEMESTER ini  4 “. Dengan pedenya  kupajang tulisan tersebut di dekat kertas impianku, harapanku dengan seringnya intensitas melihatnya, aku semakin semangat untuk melakukan aksi- aksi untuk mencapainya,  juga kutambahkan kata- kata mutiara yang ku print sendiri untuk mengingatkanku di kala malas mulai menyerang. Setelah dirasakan beberapa lama, memang cara- cara tersebut membuat efek positif terhadap semangatku, baik itu kuliah atau menjalani hidup di rantauan sana.

Tidak berhenti sampai disana usaha ku untuk bersungguh- sungguh mencapai impian- impian yang kutulis. Ketika ada seminar- seminar tentang public speaking, training akademis, training kehumasan aku pun mengikutinya, ditambah sosialiasi PKM wah aku sangat senang sekali mengikutinya, karena salah satu mimpiku itu adalah bisa tembus PKM dan lolos PIMNAS,  pokoknya mantap banget deh kalau bisa seperti itu.

Selain itu tidak lupa saya berkenalan dengan mahasiswa senior yang sudah berprestasi di Kampus. Kebetulan saya bisa berkenalan dengan seorang senior yang ternyata berasal dari daerah yang sama, hal itu semakin membuat motivasiku menyala- nyala kala itu. Bagaimana tidak, beliau adalah seorang mahasiswa yang yatim piatu, membiayai dirinya sendiri, karena ia tidak lolos beasiswa. Namun setelah beberapa semester beliaupun membuktikan bahwasannya keterbatasan finansial tidak menjadikannya lemah dalam prestasi, bahkan sebaliknya ia bisa mengalahkan mahasiswa lain untuk meraih gelar sebagai mahasiswa yang lulus dengan IPK tertinggi kala itu. Sebenarnya saya tidak habis pikir, dia itu makan apa sehingga bisa seperti itu. Dia pintar beretorika, baik hati, tidak sombong, dan ketika mendengar ceritanya waktu itu, sungguh sangat menampar ku yang notabene masih punya orang tua yang lengkap sedangkan beliau orang tuanya sudah tiada. Subhanallah,,, ketika kesungguhan dari seseorang untuk meraih sesuatu maka suatu saat ia akan berhasil, dan buktinya kakak senior saya ini.

***

Masa- masa ospek pun kujalani. Ketika itu ospek fakultas berlangsung selama 3 hari. Ada benarnya juga pikiranku selama ini tentang ospek itu yang identik dengan tugas- tugas yang aneh, barang- barang yang namanya pun baru aku dengar, di tambah dengan bentakan- bentakan khas kakak- kakak yang mengatas namakan “ TATIB “ entah apa singkatannya. oh Ospek…… Tapi Alhamdulillah ternyata apa yang ada dikepalaku tentang persepsi OSPEK tidak seserem yang ada dibayangan. Disana kami diberikan materi- materi tentang mahasiswa, kampus, orang- orang yang berprestasi di kampus, dosen- dosen, fasilitas kampus, dan yang paling berkesan adalah Expo UKM- UKM dan Hima- hima masing- masing jurusan. Dan ditambah dengan bumbu- bumbu khas ospek yaitu atribut khas. Ketika itu fakultas kami memakai caping warna hijau, tas dari karung yang diikat dengan tali rapia kepang, membawa alas duduk dengan asturo warna hijau pula, pokonya mirip banget kaya seorang petani, secara fakultas saya adalah Fakultas Pertanian.

Apabila kita bersungguh- sungguh dalam mengerjakan sesuatu ataupun mengikuti sebuah kegiatan maka kita akan berhasil mencapai tujuan tersebut. Syaratnya sederhana, SUNGGUH-SUNGGUH, dan pantang menyerah.. Saya teringat dengan sebuah mahfudzat yang diajarkan dulu ketika masih sekolah agama. Man Jadda Wa jada
Siapa yang bersungguh- sungguh ia akan berhasil, mantra itu sangat mujarab sekali.

***

Rangkaian acara ospek pun telah selesai, dan sesuatu yang dulu kutakutkan dan selalu menghantui pikiranku akhirnya berakhir….terima kasih atas segala saran dari ayah dan kakak yang mengingatkanku, terima kasih juga untuk teman- teman yang memberikan semangat terkait dengan ketakukanku kala itu, tak lupa kepada teman SMA ku dulu,dan sekarang berjuliah di UGM, dia memberikan kata- kata kepadaku “ Fan ikuti saja prosesnya “,, sebenarnya kata- kata itu singkat, namun memiliki makna yang dalam. terima kasih semuanya.

***

 Kuliah ternyata jauh berbeda dengan ketika dulu di SMA. Logis juga sih ketika sudah menjadi warga kampus maka sebutan kita bukan hanya siswa lagi, namun MAHASISWA, artinya siswa yang benar- benar siswa. Sebuah status yang hanya bisa disandang oleh orang- orang yang terbaik dari banyak yang baik, dan merupakan orang- orang yang terpilih dari sekian pesaingnya. Mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih kepada masyarakat, yaitu merujuk kepada Tri Dharma perguruan tinggi yaitu, pengabdian kepada masyarakat. Jadi menjadi seorang mahasiswa tugas nya bukan hanya berlajar di kampus saja tapi harus punya kontribusi terhadapat masyarakat.

Memang benar apa yang dikatakan oleh guru fisika di SMA dan Ustadz di pesantrenku dulu tentang kehidupan mahasiswa. Katanya berhati- hati lah ketika kamu sudah menjadi  mahasiswa, apabila  kita tidak kuat iman maka kita akan tersedot ke dalam pusaran lingkungan mahasiswa yang jelek. Ternyata tidak semua mahasiswa itu baik, bahkan yang tidak baik lebih banyak. Tidak sholat merupakan hal yang lumrah bagi sebagian mahasiswa, membawa pacar ke kamar kost dianggap biasa, bahkan melalukan hal- hal yang kurang bermanfaat merupakan kebiasaan buruk yang dianggap baik oleh mereka . Dan waktu itu ucapan dari kedua guru ku terbukti.

Aku harus bersungguh- sungguh menjauhi lingkungan mereka, dan tidak boleh sampai terwarnai oleh kebiasaan buruknya. Justru aku harus mewarnai mereka, ( pesan dari ustadzku )

kembali lagi, Man jadda wa jada.

 

***

“Akan kubuktikan bahwa aku bisa meraih IP 4 di semester 1” pikirku. Lalu aku tidak boleh terus mengagung- agungkan impianku itu tanpa melakukan sebuah aksi, aku harus bergerak dan bersemangat menjalani setiap kegiatan perkuliahan. Tanpa kerja keras, impainku hanya akan menjadi khayalan saja.

Hari- hari kuliah pun kulalui. Datang pagi, kadang siang ataupun pagi hingga sore. Mulai dari duduk manis mendengarkan ocehan dosen yang kadang- kadang membuatku mengantuk, atau praktikum yang membuatku sibuk dengan persiapan kuis sebelumnya, atau begadang hingga malam untuk menyelesaikan laporan praktikum, hingga membuat makalah plus presentasinya, itu semua menjadi hal yang tidak aneh lagi ketika itu. itu semua menjadi santapan gurih yang siap kami lahap sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian. Kami menganggap bahwa kami lah jurusan yang paling sibuk, tapi ternyata ada jurusan lain yang lebih sibuk dari kami yaitu diantaranya biologi dan farmasi, ternyata mereka praktikumnya lebih ketat daripada jurusanku,,, jadi masih dikatakan untung juga. Tak terasa sudah beberapa bulan lamanya aku tinggal disana. Dan ternyata setelah dirasakan hidup disana itu enak juga. Apa yang membuat saya mengatakan seperti itu ? Karena biaya hidup disana memang sangat murah. Untuk kamar kost pertahun aja per tahun kisaran 1-2 jta untuk laki- laki dan untuk perempuan bisa nyampe 3 juta-an, tapi enaknya kita hanya tinggal membawa pakaian dan beberapa barang saja, sedangkan untuk tempat tidur, lemari, meja biasanya sudah disediakan. Bandingkan saja dengan kota besar seperti Bandung misalnya, kata temanku disana rata- rata 3 jutaan, dan itu pun kamar kosong, wah jauh beda. Selain itu harga makanan pun relative murah, untuk sekali makan dengan uang 3 ribu rupiah pun masih bisa. pokoknya apapun disana sangat murah, dan itu yang perlahan menggodaku untuk semakin betah tinggal disana.

***

Salah satu impianku adalah bisa mendapatkan beasiswa PPA ( peningkatan prestasi akademik ). Ya sebelumnya  saya belum pernah mendapatkan beasiswa di sekola dulu. Dan sekarang aku ingin membuktikan bahwa aku pun bisa seperti orang yang lain. Dan akhirnya pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu saat ada pemberitahuan tentang adanya kesempatan untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut. Memang Allah SWT selalu tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh hambanya. Target saya harus dapat pokoknya. Lalu kulihat deretan persyaratan- persyaratan untuk mengikutinya. Syarat itu lumayan banyak, diantarnya foto kopi KTM, KTP, foto kopi raport SMA, foto kopi rekening bank BNI cabang UNSOED, slip gaji orang tua dan lainnya. Sebenarnya sekilas persyaratan itu relatif mudah. Namun ada satu yang lumayan sulit, yaitu slip gaji orang tua. Saya berfikir bagaimana caranya agar bisa ada slip gaji tersebut. Lalu ku sms ayahku bahwa aku butuh slip gaji mamah atau ayah. Lalu apa yang terjadi ? Allah SWT selalu orang- orang yang bersungguh- sungguh dalam melakukan sesuatu. Ternyata beberapa hari ke depan akan ada tetangga yang datang ke Purwokerto untuk menghadiri acara wisuda anaknya. Kebetulan sekali, akhirnya mamah saya bisa datang kesini lewat nebeng bersama mereka. Inilah bukti bahwa Allah selalu tahu apa yang kita mau. Ada saja jalan untuk mempermudah urusan hambanya.

Setelah semua persyaratan terkumpul akhirnya tinggal mengumpulkan semua berkas ke PD 3. Wah ternyata banyak sekali mahasiswa baru yang mendaftar kala itu, hampir mencapai seratus lebih. Tapi aku senantiasa berharap kepada Allah SWT mudah- mudahan saya termasuk deretan orang yang bisa lolos seleksi.

Usaha pertama untuk mengeksekusi mimpi mendapat beasiswa telah kulakukan. Untuk masalah hasil itu urusan Allah SWT, aku hanya berikhiar semaksimal mungkin seraya berdoa’a kepada-Nya. Dan kuusahakan untuk tidak mengingat- ingat itu semua, mudah- mudahan saja suatu saat ketika pengumuman tiba, ada kejutan bahwa aku lulus seleksi. Aku hanya berharap pada-Nya.

***

UTS telah kulalui, UAS pun didepan mata. Akhirnya UAS Pertama pada semester ganjil telah berlalu. selama hampir 2 minggu kami berkutat untuk menyelesaikan soal- soal ujian yang diberikan oleh dosen. Sulit memang, kadang ada beberapa soal yang bisa saya jawab dan itu membuatku sangat khawatir kalau- kalau nilaiku jadi jelek. Tapi apa boleh buat, mungkin itu kemampuanku. Sebelumnya aku berusaha belajar hingga larut bahkan kadang hingga ketiduran dan tau- tau adzan subuh pun berkumandang. Itulah hal- hal yang kulakukan untuk meraih impianku mendapatkan IP 4. Selain itu UTS ku maksimalkan, agar itu menjadi sumbangan nilai yang bisa mengatrol nilai ku di UAS jika nantinya jelek. Terkadang aku berusaha untuk dekat dengan dosen, mudah- mudahan dengan jalan kenal lebih dekat sang dosen bisa memberikan nilai baik padaku ( Jangan ditiru ya ! ). Pokoknya aku sudah berjuang mengerahkan potensi ku, menghafal, bertanya pada teman dan yang lainnya. Tapi satu hal yang belum bisa dirubah adalah cara belajar ku yang menggunakan metode SKS ( Sistem Kebut Semalam ), hal ini sedikit banyak bisa mempengaruhi prestasi belajar.

Perjuangan di semester ganjil itu akhirnya bisa dibilang sudah beres. Tapi aku tidak boleh lantas menjadi malas, karena jika malas sudah merasuk, itu bisa menjadi virus yang nantinya dapat menggerogoti semangatku.

Tidak lupa yang terpenting dari yang penting- penting lainnya, yaitu berdo’a kepada Allah SWT, sang maha pemberi keputusan, Dialah yang memberikan ilmu, Dialah yang bisa memudahkan semua urusan dan Dialah yang menentukan kesuksesanku, terlebih dalam meraih IP tinggi. Pun saya meminta do’a kepada orang tua semoga hasilnya nanti menjadi hasil yang terbaik bagi saya. Karena do’a orang tua itu sangat ampuh.

***

Man jadda menjadi kata- kata ajaib yang bisa diaplikasikan dalam segala urusan. ketika kita sungguh- sungguh maka akan berhasil.

Akhirnya penantian beberapa minggu lamanya membuahkan hasil. Pengajuan beasiswaku diterima. Aku termasuk deretan orang- orang yang lolos seleksi beasiswa PPA bersama beberapa orang di kelasku. Ya Allah terima kasih atas karunia ini. Satu mimpi untuk mendapat beasiswa akhirnya terwujud, dan akan segera kucoret untuk selanjutnya kuganti dengan mimpi lain yang lebih tinggi. Total beasiswa yang didapat adalah sekitar 1,4 jt. Jumlah yang sangat besar menurutku. Subhanallah, Allah tahu apa yang kita mau dan apa yang kita butuhkan.

Tidak hanya itu, IP saya pun keluar dengan hasil yang memuaskan. Meskipun tidak pas mendapatkan IP 4 tapi lumayan hampir mendekatinya, yaitu 3,75. Terimakasih ya Robb, ternyata janjimu tidak pernah Engkau ingkari, doa- doa ku terkabul.

Satu per satu mimpi- mimpiku tercapai. Tak akan ada hasil tanpa ikhitiar yang sempurna dan do’a yang maksimal, itulah kunci sukses.

“Mari kita bersungguh- sungguh dalam segala hal. Karena dengan bersungguh- sungguh maka impian kita akan semakin dekat untuk diraih. Jangan pernah menyerah, karena ketika kita sering kali gagal, sebenarnya kalau kita sabar tujuan kita telah dekat. Yang kurang disana adalah kurang sabar, jadi kuncinya adalah Ikhtiar maksimal, do’a terbaik, dan sabar serta tawakkal”. Dikutip dari kata- kata senior saya.

sumber : reskisululing.blogspot.com

sumber : reskisululing.blogspot.com


Wallahu A’lam 

salam calon dosen (amien.. semoga )      

Potensi wirausaha pada jiwa mahasiswa

Potensi wirausaha pada jiwa mahasiswa

Source : www.gmb.com.ph

Source : http://www.gmb.com.ph

Dewasa ini wirausaha menjadi topik perbincangan yang hangat. Disamping peluang keuntungan yang ditawarkannya, wirusaha pun menawarkan fleksibilitas waktu bagi pelakunya. Selanjutnya, kini wirausaha pun mulai memasuki banyak kalangan, termasuk mahasiswa. Mahasiswa dengan jiwa muda nya sangat potensial untuk merambah bidang ini. Selain itu, mahasiswa memiliki banyak kreatifitas yang terkadang tidak dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Pemerintah terkait sebenarnya sudah berupaya untuk memfasilitasi kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Sebut saja, Program Mahasiswa Wirausaha atau PMW. Atau Program Kreatifitas Mahasiswa bidang kewirausahaan atau PKM-K yang di luncurkan dengan salah satu tujuan untuk merangsang jiwa wirausaha mahasiswa. Program ini patut kita apreasisi. Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah untuk mengembangkan potensi tersembunyi yang ada pada diri para mahasiswa.

Setelah diluncurkannya program PKM (yang salah satunya PKM bidang kewirausahaan) pada tahun 2001, animo Mahasiswa terlihat sangat tinggi. Terbukti dari pernyataan yang diungkap oleh Kepala Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIT LITABMAS)  Prof. Agus Subekti, M.Sc, Ph.D dalam acara sarasehan Pimpinan Perguruan Tinggi bidang Kemahasiswaan di Ballroom Asri Medical Center (AMC) UMY, selasa malam tanggal 10 Juli 2012. Agus mengungkapkan adanya peningkatan minat dari mahasiswa untuk ikut serta dalam PKM untuk maju ke PIMNAS. “Maka sebagai penampung dan pengembangan kreasi dan inovasi universitas ataupun lembaga pendidikan lainnya diharapkan memberikan fasilitas yang memadai pula”  (Humas UMY, 11/07/2012).

Hal ini menunjukkan perhatian Mahasiswa untuk merubah mind set nya tentang peluang kerja. Mahasiswa mulai menyadari kalau ternyata dengan berwirausaha akan berdampak baik bagi dirinya terlebih lagi bagi bangsa Indonesia. Dengan berwirausaha, akan banyak pengangguran yang terserap menjadi produktif. Pada akhirnya akan mengangkat perekonomian bangsa. Hal ini dimungkinkan karena akan banyak kebutuhan sumber saya manusia untuk diserap menjadi karyawan. Dan inilah salah satu keunggulan berwirausaha.

Dari tahun ke tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi makin meningkat. Kita patut bergembira dengan hal ini. Namun, hal tersebut akan percuma jika jumlah lulusan nihil kompetensi dan prestasi. Kuantitas yang tinggi dengan kualitas rendah rasa-rasanya sangat tidak kita harapkan. Fenomena ini akan berimplikasi terhadap banyaknya pengangguran terdidik.

Secara statistik, berdasarkan data yang dilansir  BPS, Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2013 sebesar 5,92 %.
Miris memang. Hal yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah pengangguran terdidik ini yang paling ampuh adalah dengan dibekalinya mahasiswa dengan skill wirausaha. Pihak perguruan tinggi diharapkan untuk memfasilitasi mahasiswa dengan perbekalan seputar dunia wirausaha. Diantaranya dengan pengadaan mata kuliah pilihan kewirausahaan. Diharapkan dengan adanya mata kuliah tersebut bisa merangsang jiwa entrepreneur mahasiswa dan ketika mereka lulus paling tidak bisa bermanfaat untuk mengisi waktu sebelum mereka menjadi seorang pegawai. Sebenarnya akan lebih baik jika itu menjadi pilihan karir yang utama. Namun, pilihan ada di tangan mahasiswa sendiri.

Sebenarnya, selain pemerintah terkait ada pula pihak-pihak swasta yang mengadakan kompetisi-kompetisi bisnis. Event-event ini sebenarnya merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengenalkan produknya atau sekedar mencari tambahan modal. Hadiah yang ditawarkan  pun biasanya fantastis, bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun, sekali lagi ini menuntut kreatifitas mahasiswa untuk mengeksplor ide-ide brilian dan out of the box. Tidak hanya itu, diharapkan ide yang ditelurkan bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Jadi, kendala modal sebenarnya jangan dijadikan alasan utama untuk takut memulai wirausaha. Karena yang terpenting adalah adanya tekad yang kuat dan nilai jual dari ide mahasiswa itu sendiri juga berbeda dengan usaha-usaha yang sudah ada.

Wirausaha sebenarnya tidak melulu harus memiliki produk. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha berpikiran bahwa apapun bisa menghasilkan uang. Otaknya selalu berpikir tentang peluang-peluang yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, yang tidak kalah penting adalah penguatan jiwa wirausaha di kalangan Mahasiswa. Hal ini bisa diupayakan melalui acara-acara seminar tentang wirausaha. Iklim wirausaha di kampus harus dibangun sedemikian rupa sehingga mahasiswa akrab dengan dunia wirausaha. Ini tentunya membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang solid antar pihak terkait. Dalam hal ini pihak perguruan tinggi, DIRJEN DIKTI, dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap perkembangan jumlah wirausaha di Indonesia.

 

IDENTITAS DIRI

Nama                        : Muhammad Irfan Ilmy

Nomor telepon         : 085323005975

Alamat                     : Kp. Cilimus RT 07 RW 06 Kel.Isola Kec. Sukasari Bandung

Alamat email            : irfanilmy@rocketmail.com

Pekerjaan                  :  Mahasiswa

Institusi                    : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI

TIPS SUKSES SBMPTN

TIPS SUKSES SBMPTN

Ujian-masuk-590x339

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Wilujeng enjing sadayana, Gutten Morgen

Pada pagi yang cerah ini ngga tau kenapa saya ingin nulis. Nulis apa yang kira-kira bisa bermanfaat bagi banyak orang. Sekarang H-1 SBMPTN. Sebuah ajang pertempuran buat meraih mimpi di kampus dan jurusan impian. Nah, tiba-tiba kepikiran buat nulis tentang itu.

Tapi, disini saya tidak akan mengulas tentang SBMPTN dari banyak sisi, melainkan lebih kepada persiapan pas hari H atau 1 hari 2 hari menjelang SBMPTN (kemarin mah saya namanya masih SNMPTN). Sebenernya perasaan pas mau tes itu emang gado-gado. Ada senengnya,, takut, gugup dan lain-lain bercampur jadi rasa yang khas. Senengnya karena tes itu merupakan satu langkah untuk menggapai mimpi kita. Takut sebenarnya hanya akan singgah di orang-orang yang kurang persiapan untuk mengikuti tes ini (termasuk saya dulu, karena persiapannya ngga bagus). Lain halnya dengan orang-orang yang sudah berlatih ekstra keras untuk bertempur di SBMPTN. Misalnya ikut bimbel, ngerjain banyak soal, nanya-nanya ke kakak kelas yang udah diterima di PTN, dll. Gugup karena mungkin ini pertama kali mengikuti tes seperti ini. Saya berasumsi kalau buat yang pertama kali ikutan pastinya berpikir hal-hal aneh tentang SBMPTN. Beda ceritanya kalau buat yang udah pernah 1 kali atau 2 kali ikutan.

Tanpa berpanjang-panjang (karena takut kepanjangan)  ayo kita lihat apa saja tips yang bisa dilakukan ketika menjelang sehari atau pas pelaksanaan tes.

1.      Udah tau dimana posisi tempat kita mau perang

Ini penting kawan. Paling tidak sehari atau dua hari sebelumnya kita sudah tahu tempat kita mau berperang (baca : membantai soal-soal tes). Ini penting juga buat kawan-kawan yang berasal dari luar kota dan kurang tahu medan pertempuran. Buat yang nginep di rumah saudara atau teman atau lain-lain diharapkan untuk main dulu ke TKP. Ya, sekedar liat-liat aja, syukur-syukur bisa tahu posisi duduk kita. Tapi biasanya mah kalau tesnya di sekolahan, denah posisi duduk biasanya dipasang pada sore hari karena paginya biasanya sekolah seperti biasa.

download

2.      Pastikan senjata perang sudah lengkap beserta amunisinya

Nah, ini nih yang patut kita perhatikan. Mau perang itu butuh senjata dan amunisi yang lengkap. Jangan sampai waktu kita habis karena pinjam senjata ke orang lain. Dan biasanya hal ini pun dilarang ketika pelaksanaan tes. Kawan tau kan maksud senjata disini. Yap, kayak pensil 2 B, pulpen, alas buat lembar jawaban (biar ngga lecek). Dan yang terpenting persyaratan administrasi seperti surat tanda lulus, foto copy ijazah (buat yang udah ada, tapi biasanya belum keluar dan biasanya pake SKHUN dulu), foto copi identitas, dsb.

Pencil_and_Eraser

3.     Jangan makan yang pedas-pedas atau asem-asem

Apa hubungannya ini sama tes SBMPTN ? sebenernya ngga terlalu nyambung juga sih. Tapi kita coba sambung-sambungin aja ya. Nah, jawabannya adalah karena takutnya di hari H kita malah sakit perut (baca : diare dan mencret-mencret). Bisa berabe nih urusannya kalau begini. Sayang kan ketika kita lagi ngerjain soal tiba-tiba perut mules dan pengen ke toilet. Waktu jadi habis buat pulang pergi ke belakang. Konsentrasi pun jadi buyar. Yang ada semua materi yang kita hafal menghilang seketika karena kita tidak fokus.

images

4.      Minta didoain

Seberapa siap apapun kita kalau Allah tidak menghendaki berhasil, ya ngga bakalan berhasil. Barangkali dengan di doa’in sama orang kita bisa lebih tenang hati dan prima dalam menjawab soal-soal. Dan do’a yang terpenting adalah doa orang tua kita (terutama Ibu). Bagusnya mah kita minta maaf ke beliau atas segala kesalahan kita selama ini dan mohon doa restu darinya. Bukankah, “ridho Allah terletak pada keridhaan kedua dan kemurkaan Allah itu terletak pada kedua orang tua. Kalau orang tua udah ridha Allah pun akan memberikan keridhaannya pada kita. Terus jangan lupa minta do’a dari guru-guru kita. Minta maaf juga ke beliau-beliau. Do’a teman- teman juga perlu, kawan. Baiknya kita saling mendo’akan agar diberikan kemudahan dan kelancaran.

images (1)

5.      Mendekat ke Allah

Penting banget nih kawan. Kenapa emang ? Ya ia lah, wong kita itu mahluk lemah yang tak berdaya. Sementara Allah adalah pemilik segala sesuatu, dan yang maha menguasainya. Termasuk diri kita. Jangan sombong !. Mentang-mentang kita udah latihan soal, belajar abis-abisan kita jadi lupa ke Allah. Astagfirullah, Naudzubillah. Kalau kata ustadz Yusuf Mansur mah “Allah dulu, Allah lagi, Allah terus”. Sebelum belajar, dan sebelum memilih jurusan minta petunjuk ke Allah (lewat istikharah), habis itu pas pelaksanaan tes do’a dulu ke Allah semoga diberi kemudahan dan mendapat yang terbaik. Habis itu serahkan deh hasilnya ke Allah. Kita jangan sekali-kali mengandalkan kemampuan kita dan berharap ke mahluk. Karena ujung-ujungnya ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan biasanya kita kecewa. Kalau semuanya diserahkan ke Allah, apapun bisa jadi baik, karena Dial ah yang maha tahu apa yang baik buat hambanya.

Kencengin tuh shalat duha, sedekah, qiyamul lail, baca qur’an, puasa dll. Siapa tahu dengan berkah dari amalan kita Allah memberikan jalan kemudahan.

sujud

6.      Bawa makanan atau air minum dari rumah

Pengerjaan soal membutuhkan pemusatan pikiran yang ekstra. Oleh sebab itu energi di tubuh kita terkuras. Nah, buat mensiasati nya kita butuh makanan kan. Biasanya disekitar tempat tes banyak pedagang yang menjajakan dagangannya berupa snack, atau minuman. Kalian bisa beli di sana (tentunya pas jam istirahat). Atau lebih baiknya sih disarankan buat bawa dari rumah. Selain menghemat uang, bisa juga menghemat waktu. Mendingan pas jam istirahat kenalan sama peserta tes lain. Biar sama-sama memotivasi.

images (2)

7.      Abis itu persiapan lagi buat tes yang lain

Nah, ini juga penting. Kita kan tidak pernah tahu kemungkinan apa yang akan terjadi nanti. Siapa tau kita tidak diterima di PTN impian kita. Kita pun harus persiapan lagi menyiapkan senjata untuk mengikuti tes lainnya. Misalnya kata Ujian Mandiri, SPMB Nusantara, dan lainnya. Ini penting buat jaga-jaga aja. Mudah-mudahan sih bisa tembus pas SBMPTN. Amin

tumpukan buku

Itu mungkin tips yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Dan kawan-kawan mendapatkan hasil yang terbaik. Bukan menurut kawan-kawan, tapi menurut Allah. Karena yang terbaik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Dan begitupun sebaliknya. Sekali lagi pesan saya. “Jangan berharap ke mahluk, karena ujung-ujungnya menyisakan kekecewaan” (di dapat dari senior).

Anak kera makan rambutan

Sampai jumpa kapan-kapan

 

 

Wallahu A’lam bish shawab

 Good Luck.

 Salam Calon Dosen (Amin, doakan ya semoga saya bisa jadi dosen).

Pesona Ramadhan

Pesona Ramadhan

ramadhan

            Ramadhan tinggal menghitung hari. Tamu agung akan segera datang. Sobat semua, apa yang telah kalian persiapkan untuk menyambutnya ?. Keutamaan bulan Ramadhan terlalu sayang untuk kita lewatkan tanpa diisi dengan amal-amal saleh. Ramadhan didalamnya menawarkan banyak fadilah yang sungguh luar biasa.

Nah, sayangnya banyak orang yang mengaku Muslim tapi tidak mengetahui keistimewaannya. Wajar saja kalau datangnya Ramadhan hanya dianggap sebagai rutinitas tahunan yang biasa saja. Padahal nih Sob, kalau saja semua orang tahu tentang betapa luar biasanya bulan Ramadhan, pastinya semua orang menginginkan semua bulan dalam satu tahun memiliki keutamaan seperti bulan Ramadhan.

Pertanyaan, nya emang apa sih keutamaan Bulan Ramadhan itu ?

Mau tau ? Kasih tau ngga ya ? Berhubung saya ngga pelit, tak kasih tau aja deh.

Dan kita memang kudu tahu apa keistimewaan bulan Ramadhan itu. So, mari kita ulas hal-hal yang menjadikan bulan Ramadhan begitu spesial dibanding bulan lainnya.

Bulan Ramadhan ajang latihan untuk mencapai derajat Taqwa.

Disebutkan dalam Alquran tentang hal ini :

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. (Al Baqarah: 183).

Jelas sekali bahwa tujuan dari disyariatkannya berpuasa supaya umat Islam mampu meraih pribadi yang bertaqwa. Sebuah predikat yang selalu di impikan oleh semua muslim.

Bulan yang penuh dengan Maghfirah Allah SWT.

Kita sebagai manusia tentunya tidak pernah luput dari dosa. Dosa kecil, dosa besar pasti pernah kita perbuat. Bahkan dosa yang secara tidak sadar kita lakukan. Kecil sih tapi kalau istiqomah mah bakalan jadi numpuk segede gunung, bahkan lebih. Nah, momen bulan Ramadhan harusnya menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi diri. Lebih dari itu kita bertaubat kepada Allah atas segala dosa yang telah kita perbuat. Selanjutnya, hal ini diperkuat dengan Sabda Nabi Muhammad saw : “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dilipat gandakannya  pahala

Biasanya kita akan semangat melakukan sebuah amal ketika terkandung pahala yang besar di dalamnya. Emang ngga apa-apa kalau ibadah hanya buat dapat pahala doang  ? ya, ngga apa-apa lah. Wong, pahala juga Allah yang janjiin. Ngga Ikhlas dong ? kata siapa ngga ikhlas ? emang kita tahu ukuran atau tidaknya. Ya kita mah amal aja yang bener sesuai contoh dari Rasulullah saw. dan kita mohon perlindungan kepada Allah dari sifat riya dan syirik yang dapat memusnahkan pahala amalan kita.

Disebutkan dalam sebuah hadits : “Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari)

Terdapat malam Lailatul Qadar.

Nah, jika seseorang beribadah pada malam Lailatul Qadar ini , maka itu lebih baik daripada 1000 bulan diluar bulan Ramadhan. Sungguh keutamaan yang sangat menggiurkan. Orang biasanya memburu malam Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Namun, bukan berarti 20 hari sebelumnya tidak maksimal, justru 20 hari itu harusnya dijadikan arena latihan untuk beramal sehingga ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan kita jadi terbiasa dengan amalan andalan kita.

Para malaikat memintakan ampunan bagi umat

Keren kan, dengan keagungan bulan Ramadhan kita dimintakan ampunan oleh para Malaikat. Jarang-jarang kan. Ini sesuai dengan sebuah hadits.  Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang ketiga, sesungguhnya para malaikat meminta ampunan untuk mereka siang dan malam…” (HR. Baihaqi).

Bulan Ramadhan adalah penuh berkah, rahmat, dan Mustajabnya Do’a

Buat kita-kita yang lagi punya hajat harus banget nih ngemanfaatin waktu di bulan Ramadhan buat berdo’a sebanyak-banyaknya. Allah swt. tuh suka banget dimintai sama makhluknya, lain halnya dengan manusia. So, hayu kita siapkan do’a-do’a terbaik dari sekarang.

Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan dipilih untuk diturunkannya Al-Quran berarti memiliki keitimewaan lebih dibanding bulan-bulan yang lainnya.

Sebenarnya masih banyak keutamaan lainnya. Namun, beberapa keutamaan ini saja  insya Allah bisa menginspirasi kita untuk bisa lebih  mencintai Ramadhan. Dan ujung-ujungnya menikmati aktivitas di bulan yang agung ini.

Nah, berdasarkan keutamaan bulan Ramadhan tersebut kita harus bisa memanfaatkan peluang dari Allah ini semaksimal mungkin. Kalau bisa maksimal ngapain melakukan yang biasa-biasa saja ?. Untuk mencapai kesempurnaan meraih ibadah di bulan Ramadhan tentunya tidak mudah, namun bukan berarti mustahil kan ?. Kalau kita berusaha kuat insya Allah, Allah pun akan menolong hambanya yang bersungguh-sungguh.

Terakhir, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lewat momentum bulan Ramadhan nanti. Dan, amalan-amalan kita di bulan Ramadhan bisa terus istiqomah dilakukan di bulan-bulan lainnya. Amin.

Wallahu A’lam

Tips Menghafal Alquran sederhana

Posted on

Banyak orang mendamba menjadi seorang penghafal Alquran. Termasuk saya sendiri. Dulu (baca: pas SMA), sempat berfikir kalau untuk hafal 30 juz itu mustahil. Karena belum tahu ilmunya. Sekarang tabir mimpi itu mulai terbuka perlahan. Ada banyak sosok luar biasa yang kutemui ketika masuk kuliah ini. Banyak para penghafal Alquran yang ketika bertemu dengannya saya merasa nyaman. Mereka sangat bersahaja, bijaksana, dan penuh dengan wibawa. Kesehariannya, Alquran, Alquran, dan Alquran. Subhanallah. Ada juga anak berusia 10 tahun yang kemarin baru saja berkenalan dengan beliau dan ketika ku tanya. ” Udah berapa juz, de ?” Ia menjawab dengan polosnya, “4 1/2 Juz A,”. Ada semacam tamparan yang begitu dahsyat ketika mendengar tuturan dari anak itu. Mungkinkah saya bisa ? itu pikiran di benak saya. Semoga saja bisa. Dan memang pasti bisa. Dengan syarat kesungguhan dan kebulatan tekad.

Terus, ada juga teman saya yang pindah dari kampus ternama di Indonesia demi meraih cita dan mimpinya menjadi seorang Ahlullah. Ini sebuah keputusan yang menurut saya luar biasa. Kalau Allah menghendaki, tiada satupun yang bisa menghalanginya. Kemudian, ada juga teman saya yang sebenarnya beliau tidak kuliah di jurusan Agama. Tapi subhanallah beliau sangat bersemangat menghafal Alquran. Sering saya bertemu dengannya di mesjid. Apa yang dia lakukan ? Ya, menghafal Alquran, memuroja’ah dan aktifitas yang berhubungan dengan Alquran.

Nah, ini ada sedikit tips sederhana  buat teman- teman yang sedang atau akan menghafal Alquran. Mudah mudahan bermanfaat. Dan semoga saja kita bisa menyusun pondasi yang kuat (baca : niat dan tekad) untuk mulai menghafal Alquran. Karena banyak sekali keutamaan dari menghafal Alquran itu sendiri. Selain keutamaan di Akhirat nanti, Allah pun memberikan keutamaannya di dunia ini.

bc

 

 

 

a

Skenario indah dari-Nya

Posted on

Betapa Allah sangat tahu apa yang dibutuhkan oleh mahluknya, termasuk saya. Malam ini, saya mendapatkan banyak pencerahan terkait hidup. Betapa hidup itu sangat berarti. Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara dengan orang hebat. Beliau adalah senior saya di UPI, dan temen satu kosan juga. Awalnya saya tidak terlalu kenal beliau, namun seiring berjalannya waktu Allah mendekatkan kami. Saya baru tahu kalau beliau orang hebat. Dan alhamdulillahnya saya bisa mengenalnya.

Malam tadi saya diberikan pencerahan, tentang berbagai hal. Hal- hal tersebut antara lain :

1. Mendapat amanah itu enak. Kita bisa memberikan banyak pesan positif kepada anggota kita.

2. Masa lalu sedikit banyak bisa mempengaruhi kepribadian kita, So, masa lalu yang hitam harus secepatnya kita rubah.

3. Berorganisasi itu penting. Disana kita bisa mendapat banyak ilmu dan tentunya banyak teman.

4. Semua orang bisa berubah. Jadi baik atau jadi buruk, itu pilihan.

5. Mencintai itu penting. Dalam hal apa saja. Mencintai tidak melulu antara cewe ke cowo saja tapi bisa lebih daripada itu. Mencintai ilmu yang sedang kita pelajari tentunya penting juga.

6. Ilmu menulis bisa diterapkan dimana saja, kapan saja dan pada apa saja. Diantaranya menuliskan mimpi- mimpi kita, kekurangan yang ada pada diri kita, dan apapun. So, harus mulai aksi nyata nih.

Mungkin itu saja yang bisa saya share pada postingan kali ini. Doakan saya teman, semoga bisa terus menulis dan menyebarkan manfaat. Maafkan saya bila banyak hal keliru dalam tulisan ini. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

 

Wallahu A’lam..

Hidayah itu mahal

Posted on

Oleh : Muhammad Irfan Ilmy

 

 Kisah ini adalah hasil wawancara saya dengan kakak senior saya ketika SMA dulu. Dan sekarang juga beliau menjadi kakak senior saya di almamater tercinta Universitas Pendidikan Indonesia. Saya memilih beliau karena saya melihat loyalitas yang tinggi di dalam diri beliau terhadap dakwah Islam. (sebenarnya karena saya juga susah nemu orang buat di wawancara, he )

 

Masalah hidayah adalah sepenuhnya hak-Nya. Ketika kita ingin memaksa meminta dengan penuh kekhusyukan maka hidayah itu tak akan kunjung datang kecuali karena izin-Nya. Ingatkah ketika Nabi kita Nabi Muhammad meminta kepada Allah untuk memberikan hidayah kepada Pamannya, maka Allah pun menegur beliau bahwa urusan hidayah adalah mutlak Kuasa-Nya. Begitupun dengan kakak senior saya. Namanya Fatimah (bukan nama sebenarnya). Beliau adalah seorang akhwat dan juga seorang aktifis. tentunya bukan hanya aktifis dakwah. Beliau juga aktif di organisasi kemahasiswaan semacam Himpunan Mahasiswa. Dan baru- baru ini beliau aktif pula di BEM REMA. Sebuah ORMAWA tertinggi di kampusku, Universitas Pendidikan Indonesia. Sekilas kita pasti berfikir bahwa beliau telah sejak dulu menceburkan dirinya dalam aktifitas dakwah ini. Namun, perlu diketahui bahwa untuk mencapai titik ini ia tentunya berproses. Berproses menjadi baik. Berproses menjadi shalehah. Berproses dari yang tadinya biasa menjadi seorang yang luar biasa. Berproses bersama orang- orang yang ingin berusaha menjadi lebih baik dan tentunya bermanfaat bagi sesama.

Beliau dulu ternyata 180o terbalik dari keadaan beliau saat ini. Ketika sekarang jilbabnya gede, maka dulu ketika SMP ia tidak berjilbab sama sekali. Padahal katanya beliau mondok (baca: mesantren) ketika itu. Aneh bukan ? Nah, inilah rahasia Allah. Bahwa ketika Allah berkehendak maka tak akan ada seorang pun yang bisa menghalanginya. Ini adalah sebuah hidayah yang Allah berikan kepada makhluk yang ia kehendaki.

 

Awal yang baik

Hidayah ini datang ketika ia mulai menginjakan kaki di sebuah SMA di kota Tasikmalaya. Ketika itu beliau masuk sebuah program yang namanya Pendamping. Ini adalah sebuah alur kaderisasi yang turun temurun ada di sekolah itu. Para pendamping ini bertugas untuk membimbing siswa baru ketika masa orientasi. Untuk mengikuti program ini tentunya tidak sembarangan. Ada seleksi yang bisa dibilang ketat. Dan, Alhamdulillah beliau bisa menjadi salah seorang diantara yang beruntung bisa menjadi pendamping itu.

Sebelumnya beliau pun ikut sebuah organisasi keislaman. Sebut saja ROHIS. Disana secara otomatis ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebutan ikhwan dan akhwat pun mulai menjadi sapaan yang tidak asing lagi. Hijab pun akrab dengan para anggotanya ketika ada sebuah rapat. Ini adalah sebuah awal yang baik. Proses pertama yang beliau tempuh untuk menjemput hidayah yang sangat luar biasa. Lebih luar biasa daripada dunia dan seisinya karena ini hidayah iman dan islam. Bukanlah hidayah ini amat berharga ?

 

***

Pelatihan menjadi seorang pendamping pun ia jalani selama 3 bulan lamanya. Ia mulai terbiasa dengan jilbab gede dan pakaian seragam bersama teman- teman lainnya. Ia mulai terbiasa dengan bacaan al-matsurat. Terbiasa pula dengan kedisiplinan. Dan tentunya kepemimpinan. Selain itu yang tak kalah penting adalah pembinaan ruhaniah. (Selanjutnya saya kurang paham karena kemarin tidak sempat nanya- nanya lagi tentang proses pelatihan pendamping kepada beliau). Yang jelas ini awalan perubahan total dalam dirinya. Pastinya sebuah pengalaman berharga yang tak akan mudah untuk dilupakan.

Sekali lagi Allah swt menunjukkan sebuah jalan kebenaran kepada hambanya yang dikehendaki. Ini sebuah pintu gerbang menuju kehidupan yang sebenarnya. Dan tak semua orang bisa masuk ke pintu ini. Sepatutnya orang yang bisa mendapatkan hidayah dari-Nya senantiasa bersyukur atas nikmat yang begitu besar ini.

 

Titik Balik

Di lingkungan Rohis sebenarnya beliau sudah terkondisikan untuk menjadi baik. Karena mau tidak mau lingkungannya memang begitu adanya. Kental dengan nuansa Islam. Ada mentoring, halaqoh, ta’lim, mabit, dan seabreg kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi para kader dakwah, baik rohani ataupun jasmani. Namun, yang menjadi titik balik ia berubah drastis ke arah yang baik adalah justru di luar keaktifannya di Rohis itu.

Memang dimana dan kapan ia mulai berubah total?

Kata beliau, titik ledaknya ia berubah adalah sejak ia mengikuti sebuah training. Sebut saja namanya training “X” (bukan nama sebenarnya). Di sana beliau bersama kakak seniornya waktu itu. Sebut saja Teh Mawar (nama samaran).

Training itu berlangsung selama 3 bulan. Beliau ditempa menjadi kader dakwah yang militan. Beliau dilatih dengan kebiasaan baik seperti baca al-matsurat, tilawah, buat event-event yang bermanfaat, dan public speaking juga (kayaknya), dan lain- lain. Di training itu pun ternyata beliau menemukan sosok teladan yang sangat menginspirasi. Sebut saja ustaz Ahmad (nama samaran, ini permintaan dari narasumber). Beliau begitu mengaguminya. Karena memang sang ustaz patut untuk dikagumi. Barangkai karena semangatnya yang tinggi untuk berdakwah. Selain itu, karena sosoknya yang akrab dengan para anggotanya tentunya.

Begitulah, betapa skenario dari Allah begitu indah. Kalau saja beliau tidak masuk SMA itu belum tentu sekarang ia seperti ini. Kalau saja ia tidak ikut training itu belum tentu beliau se-loyal ini terhadap dakwah. Ini patut disyukuri. Dan, kita yang belum mendapat hidayah itu, harusnya tiada henti- hentinya meminta kepada Allah untuk diberikan hidayah. Ikuti majelis- majelis ilmu karena siapa tahu di sana akan menjadi hidayah untuk kita. Ini hanya masalah tekad dan kesungguhan. Dan, bukankah ketika kita beryukur Allah akan menambahkan nikmat itu, dan barang siapa yang kufur terhadap nikmat Allah, maka adzab Allah sangat pedih. Barangkali saja dengan kita mensyukuri ke-Islaman kita saat ini menjadikan wasilah Allah memberikan hidayah kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

 

MentoringTrainer_Devia

situs milik seorang Trainer bidang Mentoring

Sarana Berbagi

Berbagi untuk menang

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Cerpen Koran Minggu

Kompas-Republika-Jawa Pos-Suara Merdeka-Kortem-MI

sahabatmuroby.com

... sahabat berbagi ilmu dan hikmah

A Call for Youth

Berbagi untuk Saling Menguatkan

IWAN MUKHTAR

Belajar Menjadi Pribadi Yang Terbaik

My blog, my story....

Let me share my own word to the world

Itik Kecil

Me, myself and Ira Hairida Yuliani

BELALANG CEREWET

harus ada yang bawel

Dunia Pagi

Karena di pagi harilah semuanya bermula

ijongisme

Sebuah isme yang lahir dari seorang ijonk lewat pengalaman puitiknya sehari-hari

Fight For Freedom

- Iwan Yuliyanto Ideas -

Tatty Elmir

catatan jelajah sebuah langkah kecil

i don't drink coffee but cappuccino

segala catatan yang terjadi dalam kehidupan Billy Koesoemadinata

notes from Qatar

Thoughts | Words | Dreams | Future

Andriyans S.T

Bergerak Atau Tergantikan

Catatan Harian Syamsudin Kadir

Mengeja Huruf, Memaknai Kehidupan

Warung Fiksi ®

jasa penulis dan tips penulisan lintas media

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.